Archive

Archive for the ‘Artikel’ Category

Profesor Termuda Nelson Tansu

March 29, 2008 2 comments

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya “pulang ke Jepang” untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia .Kenapa?

Nelson Tansu lahir di Medan , 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian
meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang.

Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai “The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award” mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di berbagai even internasional di
Amerika, Kanada, Eropa dan Asia .

Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang mencoba membajaknya untuk “pulang”. Tapi dia selalu menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia . Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di
Amerika , ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia . Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.

Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di Indonesia . Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di
banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat publikasi ilmiah.

Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?

Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore , gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia . Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia . Panggilan seorang profesor atau dosen adalah
untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk “cari makan”.

Categories: Artikel

Jonathan Prawira – Album Call Me Blessed

March 6, 2008 1 comment

Siapa yang gak tau Jonathan Prawira, seorang penyanyi dan penulis lagu yang sangat terkenal di blantika musik Indonesia… Dulu cuma orang di balik layar pentas musik Gospel Indonesia tapi sekarang…. wah… udah jadi yg nyanyi alias penyanyi rohani dengan lagu-lagunya yang udah memberkati banyak umat Kristiani di Indonesia.

Karya JoPra udah banyak bgt soalnya dia udah sejak taon 1987 jd pengarang lagu, contohnya yang terkenal n selalu dinyanyiin Sejauh Timur dari Barat, Hati S’bagai Hamba, Mujizat Itu Nyata. Banyak bgt lagu-lagu lain yang sering dinyanyiin di kebaktian-kebaktian gereja.

Sekarang JoPra ada album baru judulnya “Call Me Blessed”. Album ini dinyanyikan oleh gabungan antara artis, pemuji, dan worship-leader dari berbagai denominasi gereja seperti: Wawan Yap, Lea Simanjuntak, Feby Febiola, Wisnu Idol, Nobo Idol, Regina Pangkerego, Jonathan Prawira dan sebagainya.

Di album ini JoPra ngerangkul arranger dan musisi yang gak asing lagi kayak Ucok Radjagukguk, Wilyanto n Hans Kurniawan. Album “Call Me Blessed” ini menyuguhkan pujian dan penyembahan yang atraktif dan variatif di jalur pop kayak slow-modern, band-modern, rock-modern, country-modern, sampe synthesized-modern. Lagunya yang bagus di sini ‘Berkat Tuhan Yang Menjadikan Kaya’, ‘Pertolongan Yang Ajaib’, ‘Baik Adanya’—->recommended.

Pokonya album ‘Call Me Blessed’ ini keren n sangat dianjurkan bagi para pecinta musik rohani yang rindu menyembah Tuhan dalam suasana musik yang modern tapi penuh nilai-nilai spiritual yang kuat.

God Bless….

Departemen Paling Sepi di Surga

March 6, 2008 1 comment

Saya bermimpi suatu kali saya pergi ke Surga dan seorang malaikat menemuiku dan menunjukkan keadaan di Surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat.

Malaikat yang mengantar saya berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,”Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima.” Saya melihat-lihat sekeliling tempat ini dan saya dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian saya dan malaikat saya berjalan lahi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami di ruang kerja kedua. Malaikat saya berkata,”Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintannya.” Saya perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai di ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan saya, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih,”, kata malaikat saya pelan-pelan. Dia tamapak malu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan di sini?”, tanya saya.
“Menyedihkan.”, Malaikat saya menghela napas.

“Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih.”
“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?”, tanya saya.
“Sederhana sekali”, jawab malaikat. “Cukup berkata : Terima kasih, Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu serta jauhilah kejahatan.”
“Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanya saya lagi.

Malaikat saya menjawab,”Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.”

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada di antara 8% kesejahteraan dunia.”

“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu. Juga… Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan…engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.”

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan atau kelaparan yang amat sangat… Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia.”

“Jika orang tuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan…maka engkau termasuk oarang yang sangat jarang.”

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang yang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.”

“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya dan bahwa engkau lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali.”

Nikmatilah hari-harimu…
Hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Kemudian jangan biarkan Departemen Terima Kasih kosong tanpa pekerjaan…

***

Artikel ini buat merasa untuk selalu berterima kasih padaNya.
Yah…banyak sekali kebaikan dan kemurahan yang telah Dia berikan bagi kita semua, bahkan sekecil apapun dan kita tidak menyadarinya. Pengalaman saya sendiri dulu pernah sewaktu sedang memotong buah-buahan di kosan teman (keperluan kuliah), karena sudah malam saya mungkin agak terburu-buru. Saya hampir melukai jari telunjuk kiri saya sendiri. Tapi untunglah Tuhan baik dan tidak membiarkan jari saya terluka. Nyaris sekali, bila kurang sedetik saya menarik jari saya, entah gimana bentuk jari telunjuk kiri saya sekarang, pasti ada bekas luka. Apalagi itu sedang di kosan teman… Thanks God for everything…

Categories: Artikel, Rohani

Hidup Seperti Naik Sepeda

March 3, 2008 Leave a comment

Beberapa hari lalu saya menemukan artikel ini di kamar, saya baca lagi dan saya merasa tersentuh. Artikel seperti ini :

Pada awalnya, saya berpikiran bahwa Tuhan adalah Tuhan. Seseorang yang di atas sana, melihat ke bumi, mencatat kesalahan-kesalahan orang (terutama kesalahan saya) untuk kemudian memutuskan apakah kelak waktu saya mati nanti, saya akan ke Surga atau ke neraka. Saya berpikir dia seperti seorang Boss besar atau Presiden di atas sana. Saya dapat melihat dan mengenali gambar-Nya di poster atau lukisan, tapi apakah saya mengenal Dia secara betul? Saya merasa tidak.

Ketika saya mulai mengenal Tuhan, saya mulai membayangkan hidup ini
sepertimengendarai sepeda. Susah tapi bisa saya lakukan.

Dan saya bisa membayangkanbahwa saya tidak mengendarai sepeda biasa melainkan
sepeda tandem.
Saya mulaibelajar menyadari bahwa Tuhan ada di belakang sadel membantuku untuk
mengayuhsepeda ini. Saya tidak tahu kapan, tetapi ada ketika, Ia menyuruh saya untuk
bertukaran tempat. Yang saya tahu jelas, hidup saya tidak pernah sama seperti yang dulu lagi.

Ketika saya berada di depan, saya mengenali jalan-jalannya. Sedikit membosankan tetapi saya tahu apa yang akan terjadi, mana jarak terdekat dari sini ke sana. Tetapi ketika Ia yang mengambil alih perjalanan, Dia mengambil perjalanan yang panjang tapi unik. Naik gunung, turun gunung, melewati lembah, melewati jalan berbatu-batu dan ini semua Ia lakukan dengan kecepatan yang cukup membuatku jantung saya berdebar kencang. Saya belajar pada saat itu, satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah berpegangan erat.

Ada kalanya, perjalanan ini benar-benar berat, membuat saya putus asa dan berpikir, ” Wah gila. Saya tidak mungkin melakukannya.” Dan saya berhenti mengayuh. Dia berkata, ” Kayuh !”

Saya benar-benar khawatir. Dengan penuh ketakutan saya bertanya, ” Kemana Engkau akan menbawa
saya pergi?” Dia hanya tertawa dan tidak menajwab pertanyaan saya. Di saat
seperti inilah saya belajar untuk percaya kepadaNya. Saya lupa akan
kehidupan lamasaya yang membosankan dan memasuki kehidupan yang penuh
dengan petualangan. Dan ketika saya berkata, ” Saya takut.” Dia menoleh
kepada saya dan menyentuh tangan saya dengan sangat lembut. Saya
memperoleh kasih, damai sejahtera dan perasaan bahwa saya diterima. Saya merasakan kegembiraan dan sukacita. Semuanya ini adalah hadiah yang saya
peroleh ketika saya berjalan bersama Tuhan. Dan kita terus berjalan.

Pada suatu ketika, Dia berkata” Berikan hadiah ini kepada orang lain.
Hadiah2 ini adalah bagasi ekstra yang cukup berat.” Saya pun melakukannya.
Saya memberikan kasih, damai sejahtera, sukacita kepada orang lain. Yang indah mengenai perihal ”memberi” ini, ketika saya memberi,saya juga
mendapatkannya kembali. Yang berbeda adalah ketika saya menerima kembali,
beban ini tidak berat. Rasanya sangat ringan.

Lalu ada suatu kala saya capai dan tidak mempercayaiNya lagi. Saya ingin mengontrol kembali kehidupan saya. Saya pikir Dia akan marah kepada saya. Tetapi Dia tahu rahasia bersepeda. Tahu bagaimana cara untuk berbelok di tikungan-tikungan tajam, tahu jelas bagaimana cara meloncati jalan yang berbatu-batu, tahu bagaimana untuk terbang dan mendapatkan jalan pintas, bahkan tahu cara melewati jalan yang cukup menakutkan. Kembali saya belajar untuk tutup mulut dan mengayuh di jalan-jalan yang paling aneh sekalipun. Saya juga belajar untuk menikmati pemandangan dan angin sejuk yang berhembus di wajah saya ketika bersepeda bersama Tuhan.

Dan ketika saya tahu bahwa saya menyerah, capai dan tidak mau melakukannya lagi, Dia tersenyum dan berkata lembut,”Kayuh!”

***

Buat saya sendiri artikel ini sangat berkesan dan menyentuh. Yah saya pernah merasa capai dengan hidup, membosankan dan rasanya sia-sia.

Pernah suatu malam saya sudah matikan lampu dan ingin tidur, tiba-tiba terlintas dalam benak saya rasa yang benar-benar aneh. Rasa ingin hilang dari dunia dan tidak mempedulikan siapapun. Rasa ingin lenyap saja. Rasa capai akan kehidupan ini yang membosankan. Rasanya tidak tahu akan hidup ini, tidak mengerti untuk apa.

Hati saya ketika itu sangat tidak tenang dan saya hidupkan lampu kamar saya lagi. Apa yang sedang terjadi dengan saya? Mengapa timbul rasa seperti ini dalam diri saya? Sejenak saya berdiam dan seketika saya mulai meneteskan air mata.

Ternyata ini dikarenakan saya mulai menjauh dari-Nya… Yah terlintas betapa nakalnya saya di mata-Nya yang telah menjauh dari-Nya padahal Ia sudah begitu memperhatikan saya dan segala yang saya perlukan. Saya benar-benar merasa bersalah dan menyesal.

Dan sekarang saya tahu bahwa hidup saya berharga di mata-Nya, yah..sangat berharga… ^o^. I would be lost and so confused without Him. I wouldn’t last a day and be afraid without Him. Lord, You know it’s impossible for me to live without You. My life is now worth while…

Categories: Artikel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.